Ditulis pada tanggal 2 September 2014, oleh admin, pada kategori Berita

Warga Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo kini telah bisa memanfaatkan biogas untuk kebutuhan rumah tangga mereka. 4 unit digester biogas skala rumah tangga telah diresmikan dan diserahterimakan kepada mereka dari Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (BPPM FT-UB). Peresmian dan serah terima dilakukan pada Minggu (15/6). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Ponorogo H. Amin SH, Dekan FT-UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS; Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FT-UB Dr. Slamet Wahyudi ST, MT; Kepala BPP FT-UB Dr. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST, MT dan Kepala Desa Pohijo Sugiyanto.

Sebelum acara peresmian dan serah terima dimulai, terlebih dahulu kedua belah pihak baik dari FT-UB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, melakukan kunjungan ke titik lokasi instalasi digester biogas. Keempat warga yang menerima manfaat digester biogas adalah Harmanto, Katimun, Parpin, dan Bingan. Digester biogas berkapasitas 8 m3 ini dibangun selama bulan Mei-Juni 2014 dan bermanfaat untuk memasak dan penerangan penduduk. Pembangunannya melibatkan peran serta masyarakat sekaligus sebagai media pembelajaran.

Dekan Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS mengatakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen ataupun mahasiswa merupakan amanah dari negara dan sebagai wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. “Hukumnya “wajib ain” bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya. Ia kemudian berharap BPP bisa melakukan pendampingan untuk memberikan pembelajaran bagi warga mengenai pemeliharaan digester biogas yang telah dibuat. Kedepan ia berangan-angan Desa Pohijo menjadi desa mandiri energi. “Dengan adanya digester biogas dapat mengurangi penggunaan minyak tanah dan gas elpiji yang masih disubsidi oleh pemerintah,” kata Dekan.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Amin, SH mengucapkan terima kasih terkait bantuan teknis maupun finansial atas pengadaan digester biogas di Desa Pohijo. Ia berpesan kepada warga yang menerima bantuan agar memelihara digester biogas yang telah dibuat sebagai ungkapan terima kasih. Menurut Bupati yang menjabat sejak tahun 2010, pembangunan digester biogas bisa menjadi gambaran bagi warga bagaimana cara pengadaan energi secara mandiri. “Proyek digester biogas ini menjadi salah satu contoh barang-barang yang tidak terpakai seperti limbah kotoran sapi masih bisa bermanfaat untuk warga,” tambahnya.

Selain di Desa Pohijo, BPP juga memasang instalasi biogas sebanyak 2 unit di Desa Purwoharjo Karangtengah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Pengisian kotoran dari tiap digester biogas dicukupi dari sekitar 3-4 ekor sapi per instalasi. Kotoran hewan ternak sapi berfungsi sebagai sumber energi pembangkit biogas. Selanjutnya sisa buangan limbah digester biogas (sludge) juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang alami, media budidaya cacing dan campuran pakan ikan organic.

(sumber: http://prasetya.ub.ac.id/berita/Peresmian-dan-Serah-Terima-Digester-Biogas-di-Ponorogo-15129-id.html)