Ditulis pada tanggal 26 February 2016, oleh admin, pada kategori Berita

MALANG KOTA – Pembangunan Jembatan Kalimewek terus dikebut. Kemarin, proses pengerjaan fondasi proyek swadaya kerja sama Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) dan Jawa Pos Radar Malang itu telah selesai.
Jembatan yang berlokasi di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru tersebut bakal menghubungkan RW (Rukun Warga) 03 dan RW 05 Kelurahan Tasikmadu. Dua RW tersebut selama ini terpisah oleh Sungai Kalimewek. Untuk saling bertandang, warga harus melintasi sungai. Jika musim penghujan datang dan sungai banjir, maka akses tersebut terputus.
Diungkapkan petugas pengawas proyek Nur Widi, penggarapan fondasi dimulai tanggal 10 Januari lalu. ”Mulai tanggal 10 Januari masuk tahap pengecoran pelket atau tumpuan. Sekarang sudah selesai,” jelas dia. Nantinya, pelket tersebut bakal menjadi tumpuan jembatan.
Rencananya, pemasangan jembatan dimulai dalam kurun seminggu ke depan. Tahap pertama yang akan dilakukan, yakni memasang besi yang akan menjadi tulang jembatan. ”Sementara menunggu fondasinya ’matang’, kami membangun jalan di sisi selatan sungai,” jelas Widi.
Menurutnya, besi jembatan tidak bisa langsung dipasang meski pengecoran telah selesai. ”Butuh tingkat kesolidan tertentu sebelum proses selanjutnya dilakukan. Akan ada uji kekuatan juga agar kualitas tumpuan sesuai spesifikasi jembatan,” terangnya.
Untuk pelebaran jalan di sisi selatan sungai, dijadwalkan selesai satu minggu. Dengan panjang sekitar 30 meter, lebar jalan yang semula hanya satu meter, ditambah hingga menjadi tiga meter. ”Kami lebarkan jadi tiga meter agar mobil bisa lewat,” jelas Widi.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pembangunan Jembatan Dr Eng Achfas Zacoeb ST MT mengungkapkan, pihaknya berusaha mempercepat pembangunan. ”Kami telah melakukan pengamatan. Saat penghujan, sungai ini sering banjir. Dikhawatirkan pengerjaan jembatan kurang maksimal,” jelas dia.
Selain itu, nantinya waktu pengerjaan akan berkurang, karena saat hujan turun, para pekerja diistirahatkan. Setiap harinya, sekitar 10 pekerja diturunkan untuk mengerjakan jembatan tersebut. Sesekali, ada pihak dari masyarakat yang turun untuk membantu para pekerja. ”Kami akan senang sekali jika masyarakat juga membantu pengerjaan jembatan, agar cepat selesai dan segera difungsikan,” pungkas Achfas

(sumber: Jawa Pos, Radar Malang)