Ditulis pada tanggal 31 March 2016, oleh admin, pada kategori Berita

DPGPDinas Perumahan Dan Gedung Pemerintah (DPGP) Daerah Kota Makassar mengadakan kunjungan kerja ke Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) pada Kamis, 24 Maret 2016. Kunjungan ini bertujuan untuk konsultasi penanganan wilayah kumuh di Kota Makassar.

“Awalnya saya mengetahui bahwa Universitas Brawijaya salah satu instansi yang membantu Pemda Kota Malang dalam menangani kawasan kumuh adalah ketika saya menghadiri pelatihan di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar perwakilan DPGP Kota Makassar Ahmad Husain di Ruang Rapat FT-UB.

Husain mengatakan, pemerintah pusat menilai Kota Malang adalah salah satu daerah yang paling berhasil mengatasi kawasan kumuh. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini digelar sebagai sarana diskusi program penanganan permukiman kumuh sebagai salah satu prioritas dalam pencapaian target 100-0-100 pemerintah pada tahun 2019.

Dekan FT-UB Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT menyambut dengan baik maksud dan tujuan DPGP Kota Makasasar. Menjawab keinginan tersebut, Dekan menghadirkan Tim Badan Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (BPP) FT-UB yang beberapa kali terlibat dalam penataan kawasan kumuh Kota Malang.

Mereka adalah Dr. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST., MT, Dr. Runi Asmaranto, ST., MT., Aris Subagiyo, ST., MT., Muhammad Satya Aditama, ST., M.Sc., dan Deni Agus Setiyono, ST., M.Eng.

Dalam kesempatan ini Dekan FT-UB menyampaikan bahwa menangani wilayah kumuh dengan cara yang kurang tepat dapat menimbulkan resistensi dari masyarakat. Kecenderungan masyarakat menolak biasanya ditimbulkan oleh kekhawatiran secara psikologis, takut digusur dan faktor lainnya.

Oleh karenanya, FT-UB dan Pemkot Malang berinisiatif memberikan pilot project atau contoh yang bisa menunjukkan perubahan signifikan daerah sebelum dan sesudah penanganan, seperti apa hasilnya.

“Kalau perubahan ini bisa dilihat, hasilnya baik, tidak ada korban, dan semua nyaman, kawasan kumuh yang lain pasti berbondong-bondong ikut,” ujar Dekan yang pakar di bidang pengairan ini.

Dekan berpesan, lokasi penanganan wilayah kumuh hendaknya di daerah yang warganya inisiatif, aktif berpartisipasi, dan kooperatif serta dibantu dengan konsultan setempat..

Acara diisi dengan pemaparan terkait penataan lingkungan pemukiman kanal di daerah Sukun, Kota Lama, dan Balearjosari oleh Tim BPP FT-UB dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. (and)