Ditulis pada tanggal 29 August 2018, oleh admin, pada kategori Berita

Jembatan Joyokuso-Metro yang terletak di Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sudah hampir selesai dan siap untuk diresmikan. Jembatan ini merupakan kelanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu  sebagai proyek swadaya hasil kerjasama Universitas Brawijaya-Radar Malang dan Masyarakat. Setelah membangun beberapa jembatan sebelumnya seperti Jembatan KH. A Fatah di Betek, Jembatan KH Yusuf Tasikmadu dan Jembatan Klayatan di Tajinan Kab.Malang, pada tahun 2018 ini dilanjutkan dengan pembangunan Jembatan Ke empat yaitu Jembatan Joyosuko-Metr0. Pembangunan jembatan ini sangat diharapkan oleh masyarakat sekitar, mengingat kondisi eksisting merupakan jembatan bambu yang rawan terkena banjir kali Metro, dan sebagai akses penghubung masyarakat di sekitar pondok pesantren dan anak-anak sekolah. Pembangunan Jembatan ini secara keseluruhan memerlukan biaya sekitar Rp. 656 juta, yang diperoleh dari pembaca radar malang, kegiatan PKM Doktor Mengabdi, PKM Terpadu FT UB dan beberapa alumni UB. Pembangunan Jembatan ini memakan waktu keseluruhan 7 bulan setelah peletakan batu pertama pada tanggal 5 Januari 2018, dan pelaksanaannya sedikit molor dari rencana karena terkendala biaya pelaksanaan. Secara spesifikasi teknik jembatan ini memiliki lebar bentang 20 meter dan lebar 3,5 meter dengan kontruksi komposit baja dan beton bertulang, diharapkan mampu dilewati kendaraan roda empat yang bisa membuka akses perekonomian menuju jalan tembus dieng dan joyogrand.  semoga dengan pembangunan jembatan baru ini sangat bermanfaat bagi warga semuanya.