Ditulis pada tanggal 16 November 2020, oleh admin, pada kategori Berita

Potensi Lahan irigasi yang luas tidak akan memberikan produktifitas hasil panen pertanian yang maksimal tanpa keberadaan air irigasi. Desa Pelem Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponrogo merupakan salah satu desa di wilayah selatan Ponorogo yang mempunyai potensi irigasi luas, namun setiap tahun kekurangan air irigasi. Lahan irigasi tidak bisa diairi dengan saluran tersier dari bendung karena keterbatasan air pemukaan. Untuk itu diperlukan irigasi air tanah dimana dilakukan dengan cara memompa air tanah untuk keperluan air irigasi. Kendala yang dihadapai adalah lokasi di Desa Pelem yang banyak didominasi batuan keras, sehingga keberadaan AKUIFER BEBAS atau AKUIFER TERTEKAN seringkali berada pada zona dalam dan harus menembus batuan keras untuk melakukan pengeboran.

Pada kegiatan tahun 2020 ini, Pemerintah Desa Pelem diwakili oleh Kepala Desa Bapak Sugeng Rawuh memohon bantuan kepada Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) UB untuk melakukan identifikasi air tanah di beberapa lahan tanah bengkok desa dan beberapa wilayah sekitarnya. Meskipun dimasa pandemik yang belum berakhir hingga saat ini, kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bisa dilakukan dengan baik, dimana telah dilakukan oleh Ketua Pelaksana PkM 2020 Dr. Ir. Runi Asmaranto, ST MT  bersama anggota tim PkM yang terdiri dari Dr. Ir. Ussy Andawayanti, MS,  Prof. Dr. Ir Pitojo Tri Juwono, MT, IPU dan Prasetyo Rubiantoro, SP.

Menurut bapak Sekretaris Desa Pelem bapak Didik, potensi lahan pertanian di Desa Pelem cukup besar, baik tanaman palawija maupun padi, namun terbatas air irigasi dimana seringkali pada MT II sudah menanam palawija.

Berdasarkan hasil survei dan pengukuran geolistrik diperoleh hasil titik rekomendasi berdasarkan potensi kedalaman, fasilitas listrik dan lahan yaitu prioritas di titik TGL 08, TGL 01 dan TGL 05 dimana pada TGL 08 Potensi Air tanah teridentifikasi di kedalaman 37,79 – 52,06 meter dan di kedalaman 95 – 100 meter. Potensi Air tanah di sekitar titik geolistrik 01 (TGL 01) teridentifikasi pada kedalaman 45,90 – 55,06 meter dan 87,83 – 99,87 meter. Potensi Air tanah di sekitar titik geolistrik 05 (TGL 05) teridentifikasi di kedalaman 24,78 – 37,02 meter; dan di kedalaman 72,38 – 97,96 meter. Hasil keseluruhan pelaporan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sudah diserahkan kepada Bapak Kepala Desa Pelem dan dilakukan penandatanganan kerjasama mitra.